BUKU TEKS
" (Cuma) Menyediakan Ilmu Tidak Menyediakan Gelar..."
BUKU TEKS
" (Cuma) Menyediakan Ilmu Tidak Menyediakan Gelar..."
Catatan yang mungkin membantu :
1. Ayat Alkitab yang tertera adalah terjemahan dari penggunaan AH Strong pada tahun 1907-an, sehingga ketika dirasa ada yang tidak sampai, atau jelas penegasan dan maksudnya, maka ditambahkan dengan (…TB) atau “terjemahan baru” oleh penyunting dari Alkitab LAI 1974 yang lazim dalam konteks Indonesia. Hal yang memang sengaja untuk tidak semua dialihbahasakan dalam penggunaan Alkitab LAI “terjemahan baru”
2. Pembagian yang terlihat tidak terstruktur sehingga penggunaan “Bab” atau nomer urutan bisa muncul berapa kali, tetap tidak mengeampingkan bahasan untuk dicermati.
3. Hampir semua sumber kutipan dari kompendium (hal yang tampak seperti catatan kaki) atau risalah atau komentar berada dalam era yang yang telah lewat yakni di abad 19 dan tidak atau belum diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, karena itu tetap tertulis dalam bahasa asli teks (inggris) dan tertulis miring.
4. Penggunaan Aksara penulisan Yunani yang tidak menggunakan pelafalan atau penyebutan dalam Bahasa Indonesia tidak dimaksudkan untuk membuat senjang dan ingin terlihat “serius” dan “terpelajar” akan tetapi semata harafiah dalam pengalihbahasaan.
5. Tidak ada kata “kafir” dan tetap menggunakan istilah sumber asli yakni “Pagan” hal yang juga digunakan untuk istilah “Romanis” atau “Papalis” hal yang merujuk kepada Katolik-Roma dalam konteks lazimnya penulis Protestan-Injili saat itu.
6. Tentunya sangat banyak kekurangan, akan tetapi tetap bisa menjadi bahanpembelajaran teologi utamanya bahasan Teologi Sistematika dengan klaimnya yang sedapat mungkin alkitabiah (Biblical) dengan identitas yang Reform.